Berikut adalah draf tulisan blog komprehensif yang dirangkum dari ceramah Ustadz Sonny Abi Kim, disusun agar mudah dibaca dan dipraktikkan.
Pernahkah Anda merasa hidup sedang sempit, masalah tak kunjung usai, atau hati terasa gersang? Seringkali kita mencari solusi ke sana ke mari, namun lupa bahwa kunci utamanya ada pada komunikasi kita dengan Sang Pencipta.
Dalam sebuah kajian yang menyentuh hati, Ustadz Sonny Abi Kim membagikan rahasia besar tentang bagaimana sholat Tahajud dan cara berdoa yang tepat bukan hanya mendatangkan rezeki, tetapi juga ketenangan jiwa yang sejati. Berikut adalah rangkuman komprehensif mengenai amalan dan pola pikir yang dapat mengubah hidup Anda.
1. Rahasia Doa “Anti-Egois” Saat Tahajud
Banyak dari kita yang ketika sholat Tahajud hanya sibuk meminta untuk keperluan diri sendiri. Namun, ada sebuah rahasia doa yang diajarkan oleh guru Ustadz Sonny untuk menarik energi positif yang luar biasa.
Doakan Orang Lain Secara Spesifik Cobalah untuk tidak hanya mendoakan diri sendiri, anak, atau pasangan (karena itu sudah standar). Luaskan doa Anda. Sebut nama teman, saudara, atau orang lain yang sedang kesusahan,.
- “Ya Allah, si Fulan sedang ada masalah, tolong dia ya Rabb.”
- Bahkan, disarankan untuk menulis 7 sampai 40 nama orang yang ingin didoakan secara khusus.
Mengapa ini penting? Seringkali masalah kita tidak selesai karena doa kita terlalu egois. Ketika kita mendoakan orang lain—bahkan orang asing yang kita lihat di rumah sakit atau di Tanah Suci—energi kebaikan itu akan kembali kepada kita,. Hati yang luas dan menginginkan kebaikan bagi orang lain akan menghilangkan sifat hasad (iri dengki) yang bisa menghanguskan amal.
2. Waspadai 3 “Suara Batin” Perusak Kebahagiaan
Untuk mendapatkan ketenangan, kita perlu mengelola suara-suara batin yang sering membisikkan hal negatif. Ada tiga hal yang harus diwaspadai:
- Tergesa-gesa (Ingin Serba Cepat): Jangan menuntut hasil instan. Nikmati prosesnya dengan berbaik sangka kepada Allah. Ingatlah kaidahnya: Jika Allah menetapkan sesuatu, itu yang terbaik. Jika Allah menunda, itu akan jadi semakin baik. Jika Allah mengganti, maka itu pasti lebih baik.
- Suka Mengeluh: Orang yang kufur nikmat ibarat melihat gelas yang setengah kosong, bukan setengah isinya. Fokus pada apa yang kurang akan membuat hidup terasa sempit. Sebaliknya, syukur akan menambah nikmat,.
- Hasad (Iri Dengki): Ini adalah penyakit hati yang berbahaya. Orang yang hasad tidak senang melihat orang lain bahagia dan ingin nikmat itu hilang dari orang tersebut. Kita harus berlindung dari sifat ini karena ia menyempitkan dada.
3. Seni Memaafkan: Jangan Biarkan Kebencian Menguras Energi
Ustadz Sonny menekankan perbedaan antara “tidak suka” dan “benci”. Tidak suka itu wajar dan boleh (misalnya tidak suka perilaku bohong), itu tanda kita punya prinsip. Namun, benci adalah penyakit.
Benci membuat kita terus memikirkan orang tersebut dan menguras energi produktif kita. Ingatlah, tidak ada yang bisa menyakiti hati kita kecuali kita mengizinkannya. Sakit hati adalah pilihan.
Tips Memaafkan: Sadari bahwa kita pun banyak dosa dan butuh ampunan Allah. Memaafkan orang lain adalah jalan agar Allah juga memaafkan kita (walya’fu walyasfahu). Latihanlah memaafkan setiap malam sebelum tidur.
4. Kunci Doa yang Powerful: Hadirkan “Rasa”
Bagaimana agar doa kita didengar dan berdampak? Selain faktor waktu (sepertiga malam, saat hujan) dan tempat (masjid, Raudah), faktor terpenting adalah RASA,.
Doa yang sekadar di lisan tidaklah cukup. Hadirkan dua rasa ini saat berdoa:
- Rasa Hina: Akui bahwa kita penuh dosa dan kotor di hadapan Allah.
- Rasa Butuh: Tunjukkan bahwa kita sangat bergantung dan tidak punya siapa-siapa lagi selain Allah,.
Para ulama mengajarkan untuk memperbanyak istigfar sebelum berdoa untuk menghadirkan rasa hina ini. Bahkan jika kita bingung mau minta apa, jadikan seluruh doa kita istigfar, karena jika Allah sudah mengampuni, segala urusan akan beres.
5. Doa Spesifik untuk Menikmati Proses Hidup
Ustadz Sonny membagikan sebuah doa indah agar kita tidak terjebak pada sifat terburu-buru dan bisa tawakal sepenuhnya:
Allahumma as’aluka taufiq limahabbika minal a’mal, wa sidqa tawakkuli ‘alaik, wa husnadhzhanni bik.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon taufik (bimbingan) untuk bisa beramal dengan amal-amal yang Engkau cintai, dan (karuniakanlah) tawakal yang benar/jujur kepada-Mu, serta prasangka yang baik kepada-Mu.”,.
Doa ini membantu kita fokus beramal saleh dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah dengan sangkaan terbaik.
6. Titik Terendah adalah Titik Terindah
Terakhir, bagi Anda yang merasa sedang berada di titik terendah dalam hidup, jangan berkecil hati. Seringkali, titik terendah justru adalah titik terindah.
Lihatlah Sujud. Secara fisik, itu adalah posisi di mana kepala kita lebih rendah dari bokong kita. Namun secara spiritual, itulah posisi terdekat seorang hamba dengan Allah,.
Kadang Allah perlu membuat suasana menjadi “gelap” agar cahaya-Nya terlihat jelas. Allah mungkin membiarkan kita kecewa oleh manusia agar kita berhenti berharap kepada makhluk dan kembali bergantung sepenuhnya hanya kepada-Nya,. Kejatuhan dan kegagalan adalah cara Allah membentuk karakter kita menjadi lebih bijaksana dan mengangkat derajat kita.
Penutup Mari kita ubah rutinitas Tahajud dan doa kita. Mulailah mendoakan orang lain, bersihkan hati dari kebencian, hadirkan rasa butuh kepada Allah, dan nikmati setiap proses kehidupan dengan prasangka baik. Semoga Allah melapangkan dada kita dan memudahkan segala urusan. Aamiin.
@erwinsnada | 0878 833 85 800









