Banyak orang berpikir bahwa memberikan pelayanan (service) yang baik sudah cukup untuk memenangkan hati pelanggan. Tapi menurut Ron Kaufman, pakar dunia dalam bidang pelayanan, ada perbedaan besar antara service dan care. Dan di sinilah letak rahasia dari hubungan jangka panjang—baik dengan pelanggan, rekan kerja, maupun organisasi.
Service: Memberi Nilai untuk Saat Ini
Pelayanan adalah tentang memenuhi kebutuhan yang disepakati. Misalnya, seorang karyawan merasa perusahaannya memberi pelayanan yang baik karena ia mendapat gaji yang layak, fasilitas kerja memadai, atau bahkan promosi dan acara kantor yang menyenangkan. Semua itu tentu penting, tetapi pelayanan yang baik hanyalah pemenuhan kebutuhan saat ini.
Dalam konteks bisnis, service berarti memenuhi kontrak: apa yang dipesan pelanggan, disampaikan dengan tepat waktu, sesuai spesifikasi, dan dengan sikap profesional. Semua berjalan lancar — tetapi hubungan berhenti di situ saja.
Masalahnya, pelayanan seperti ini hanya menciptakan transaksi, bukan hubungan.
Care: Perhatian untuk Masa Depan
Care berbeda. Ia berbicara tentang kepedulian terhadap masa depan orang lain. Dalam organisasi, bentuknya bisa berupa mentoring, coaching, kesempatan pengembangan karier, atau peluang untuk berkolaborasi lintas tim dan negara. Artinya, perusahaan tidak hanya ingin karyawan “selesai bekerja hari ini,” tetapi ingin mereka tumbuh dan berkembang esok hari.
Dalam dunia pelanggan, care berarti tidak hanya memenuhi kontrak, tetapi juga memikirkan apa yang benar-benar mereka butuhkan di masa depan. Penyedia layanan yang peduli akan bertanya:
“Apa lagi yang bisa kami bantu agar bisnis Anda berkembang?”
“Bagaimana kami bisa mendukung keberhasilan Anda jangka panjang?”
Ketika pertanyaan seperti ini muncul, pelanggan tahu bahwa Anda bukan hanya vendor, tetapi mitra yang peduli. Dan saat pelanggan memikirkan proyek masa depan, siapa yang akan pertama kali mereka hubungi? Tentu orang yang benar-benar peduli pada mereka.
Dari Transaksi ke Kemitraan
Pelayanan tanpa kepedulian bisa berakhir di satu transaksi. Tetapi pelayanan yang disertai kepedulian membuka pintu untuk kolaborasi jangka panjang. Bahkan, dalam hubungan yang sehat, kepedulian bisa terjadi dua arah — pelanggan juga ingin penyedia layanan sukses.
Mengapa? Karena mereka merasa berbagi masa depan bersama.
Inilah tingkat tertinggi dari pelayanan — bukan sekadar customer care, tetapi shared future partnership.
Di tahap ini, hubungan tidak lagi didasari oleh apa yang dibayar dan diterima, melainkan oleh kepercayaan, kolaborasi, dan komitmen tumbuh bersama.
Menjadi Pemberi Care di Era Kompetitif
Dalam dunia yang penuh pilihan, semua orang bisa memberi pelayanan. Tapi hanya sedikit yang mampu memberi care dengan tulus.
Perusahaan yang benar-benar peduli:
- Tidak berhenti di kontrak, tapi membuka ruang percakapan tentang masa depan.
- Tidak sekadar memberi bonus, tapi memberi bimbingan dan arah karier.
- Tidak hanya menjual produk, tapi ikut membantu pelanggan mencapai tujuannya.
Dan pada akhirnya, pelanggan atau karyawan tidak akan berkata, “Mereka memberi pelayanan yang baik,” tapi akan berkata,
“Mereka benar-benar peduli pada saya.”
Itulah kekuatan sejati dari kepedulian — membangun hubungan yang tidak lekang oleh waktu.
@erwinsnada | www.erwinsnada.my.id | +6287883385800

Leave a Reply